Pulau Lihaga – Manado

Ini cerita super late post banget. Jadi waktu kita ke Manado, kita sempat mengunjungi Pulau Lihaga, pulau yang masih bersih, murni, ย sepi tapi CANTIK BANGET.

Untuk membuktikannya, ini foto-fotonya dan semua ini cuma gue ambil pake Iphone 5s tanpa di filter sama sekali ๐Ÿ˜€

img_7092img_7093img_7094img_7096-1img_7100img_7099img_7101img_7105img_7102img_7112img_7115-1img_7109img_7108img_7110img_7107

 

dan keterangan ini gue kutip dari :

http://www.seputarsulut.com/pulau-lihaga-tempat-wisata-menarik-di-minahasa-utara/

Rute Menuju Pulau Lihaga

Untuk mencapai salah satu tempat wisata favorit di Minahasa Utara, anda akan menempuh perjalanan sekitar 90 menit dari Kota Manado menuju Likupang (pelabuhan Serei). Setelah tiba di Likupang, anda masih akan menempuh perjalanan lagi selama kurang lebih 40 menit menggunakan perahu nelayan setempat yang biasa dipergunakan untuk membawa wisatawan ke pulau Lihaga dari pelabuhan Serei dengan harga sewa perahu sekitar 800.000 untuk 20 orang penumpang.

Memang, untuk mencapai Pulau Lihaga anda akan menempuh perjalan lebih dari 2 jam. Akan tetapi anda tak perlu khawatir, perjalanan jauh yang telah anda tempuh tidak akan sia-sia karena setibanya di pulau yang tak berpenghuni ini, anda akan disambut hamparan pasir putih halus, yang dikelilingi birunya lautan. Pulau Lihaga memiliki sebuah nilai lebih sebagai salah satu tempat wisata di Sulawesi Utaraย yakni pantai berpasir putih dengan pasirnya yang begitu halus.ย Untuk bisa masuk ke pulau yang begitu indah dan tak berpenghuni, anda akan dikenakan tarif sebesar 20.000/orang.

Sebelum naik ke perahu menuju Pulau Lihaga anda bisa bernegosiasi dengan pemilik perahu agar supaya perahu yang anda tumpangi bisa melewati Pulau Gangga, sebuah pulau yang tak kalah indahnya dengan Pulau Lihaga. Sayangnya tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat ini karena di Pulau Gangga ini berdiri resort milik warga negara asing. Saat hendak mencapai pulau Lihaga, anda akan disajikan pemandangan yang begitu indah yakni sebuah pulau kecil berpasir putih dengan gradasi air warna air yang begitu indah.

Oh ya, sebelum turun jangan lupa untuk mengitari pulau kecil ini dengan perahu, maka anda akan melihat sisi lain keindahan Pulau Lihaga. Pinggiran pantai didominasi oleh hamparan batu karang dan pasir putih dengan pemandangan yang elok, sungguh sebuah pemandangan yang mempesona yang sangat jarang anda temui di tempat-tempat wisata lainnya.

Keindahan Alam di Pulau Lihaga

Ditempat ini, anda juga bisa menikmati keindahan bawah laut dengan melakukan snorkling. Pemandangan bawah laut disekitar Pulau Lihaga tidak kalah cantiknya dengan Taman Laut Bunaken yang sudah tersohor. Walaupun pulau ini tidak berpenduduk namun anda tidak perlu khawatir kareni dipulau ini telah tersedia toilet dan ruang ganti. ย Bahkan pulau ini telah memiliki bangunan dari kayu yang cukup besar. Anda juga bisa menginap di Pulau Lihaga tanpa khawatir dipungut bayaran lagi.

Namun tentunya anda harus menyediakan peralatan (tenda) sendiri karena ditempat ini tidak ada yang menyediakan tenda. Selain itu jika anda berencana berkunjung ke Pulau Lihaga, jangan lupa untuk membeli makanan dan minuman terlebih dahulu karena di Pulau Lihaga tidak tersedia warung yang menjual makanan.

Karena keindahan alam yang begitu mengagumkan, Pulau Lihaga menjadi salah satu lokasi favorit fotografer. Jadi jangan kaget jika saat anda berkunjung ke Pulau Lihagaanda akan melihat para pecita dunia fotografi โ€œberkeliaranโ€ ditempat ini untuk merekam keindahan pulau tak berpenghuni ini.

Buat pecinta snorkeling, sangat disarankan banget buat ke sini, dan dengan semakin populernya pulau ini, makin banyak juga yang datang, semoga aja gak bikin kotor, kan sayang ๐Ÿ˜ฆ

Pengalaman dengan Emirates

img_3851

*rute penerbangan Jakarta – Amsterdam dengan transit Dubai*

Jadi ini postingan gue mengenai pesawat yang kemarin gue naikkin. Ini pengalaman gue sendiri, gak bermaksud menjurus pada salah satu pihak, murni pengalaman sendiri, jadi please di baca nya dengan wise ๐Ÿ™‚

Nah pas kemarin akhir tahun gue ke Belanda, setelah browsing sekian lama gue dapatnya pesawat Emirates yang paling terjangkau, dikarenakan lg season liburan banget dan tanggal gue bener2 tanggal yang pas banget dan dengan jam penerbangan yang masuk akal. Transitnya pas pergi 2 jam 30 menit, pulang nya transit 3 jam 30 menit, di Dubai.

Jam keberangkatan gue pagi, jam 7.45. Biasanya untuk penerbangan jauh gini, gue suka pilih yang ngikutin jam tidur, karena biar gak bete, gue tidur di pesawat, tp apa daya, demi ngejar target 23 udah di sana, jadi ya udah ambil yang ini. Nah, gue siasatinnya dengan gak tidur sedikit di malam sebelumnya. Jadi malam sebelumnya gue tidur cepat dan pasang alarm cuma buat tidur 3 jam, trus gue mandi, beres2 packingan lagi trus siap2. kali ini super hati-hati menjaga HP, gak mau keulang kembali nih drama HP ilang di bandara :P. Udah pake baju 3 lapis, pake kaus tangan panjang, sweater sama bawa jaket lagi, ini semua buat persiapan sampai di belandanya.

Nah pesawat tepat waktu, kurang lebih jam 7 kita udah dipanggil panggil untuk boarding. Karena masih di Jakarta, bahasanya masih bahasa Indonesia dunk, jadi masih teratur. Yang naik berdasarkan zona kursi yang udah di bagi. Gue kebagian kursi paling belakang, paling pojok dan cuma 2 kursinya, jd enak lah, dan gue masuk paling awal, tentunya setelah First Class, Business Class sama penumpang yang bawa anak kecil. Nah, mulai agak drama ketika masuk nya udah mulai serombongan – serombongan dan gak ada team leader yang bantuin, ย  jadi mereka beneran masuk, dan duduk sesuka hati mereka. Berdasarkan teman nya yang udah duduk sebelumnya. Sebernanya gak bakal jadi drama kalau mereka nurut ya pramugarinya ngomong, tolong pindah, tapiii jadi agak drama ketika mereka gak mau pindah, dengan alasan udah ada teman dan barangnya udah di taruh di kabin. Jadilah, beberapa orang ngalah, nyari tempat duduk kosong.

Kendala bahasa jadi masalah utama, tapi ada satu pramugara dari indonesia (bisa dilihat dari pin di atas nama mereka. pin nya berdasarkan warna bendera negara), yang bolak balik, jadi sebernanya kalau butuh bantuan apa-apa bisa ditanya. Kendala bahasa juga terjadi pas take off dan landing, dimana kita harus pake sabuk pengaman, ada satu bapak2 yang nekat berdiri dan buka kabin. Trus diteriakkin lah “sit down, Sir! Sit down!” tapi secara mungkin bapaknya gak ngeh, dia cuek aja, sampai sepesawat pun teriak “duduk oiii, duudukk” baru deh tenang.

Nah, super drama terjadi pas gue balik dari Dubai ke Jakarta. Dimulai dari boarding Lounge, yang diumumkan yang duluan masuk zona blablabla, tapi secara pengumuman dalam bahasa Arab sebagai bahasa utama di Dubai (CMIIW) dan bahasa Inggris, jadi numpuklah semua di pintu mau masuk ke pesawat. Asliiii numpukk banget, sampe akhirnya ada satu orang Indonesia yang bantu jelasin. Kejadian di pesawat pun sama, biasanya orang tua-tua yang mungkin kurang memahami, jadi nya mereka main duduk aja. Gue liat ada 2 bule, 2 anak muda Indonesia yang akhirnya ngalah dan pindah tempat duduk.ย Trus pas tiba-tiba abis makan, ada pengumuman dalam bahasa Inggris yang bilang kalau kita dimohon untuk taat sama peraturan yang ada, dan abis itu ada pengumuman dalam bahasa Indonesia yang bilang “dilarang merokok di pesawat”. Nah setelah itu, gue lihat ada bapak bapak yang keluar dari wc sambil diomongin terus disuruh duduk tapi masih agak keukeuh. Waduhh, kacau banget kan sampai merokok di toilet pesawat. Itu lumayan panjang juga di omongin sama si pramugara Indonesia (yang kebetulan banget, pp gue dapet dia terus parmugara Indonesia nya) sampai akhirnya si bapaknya mau duduk tenang.

Banyak kejadian yang gue alamin di dalam pesawat yang ke Jakarta dr Dubai, gue sempat ngepath juga, dengan toilet yang basah, baik lantai basah, dudukan basah sampai gak di flush, trus makanan yang dibuang2 ke lantai abis dikunyah, sampai yang diminta untuk gak ke toilet dulu karena lagi goyang banget tapi tetep nekat mau jalan ke toilet. Gue gak menyalahkan pihak manapun, waktu gue pulang, ada pramugari Indonesianya, dan sempet ngobrol sebentar pas gue nanya apa gue bisa ke toilet yang di paling depan gak, trus ya dijawab, mungkin ada sebagian orang yang gak pernah naik pesawat, jadi emang mereka kurang ngerti dan kurang tau soal ini. Untuk soal toilet, gue masih mengerti seh, tapi soal merokok dan buang makanan abis dikunyah ke lantai gue gak ngerti tetep :S

Anyway, itu pengalaman gue, kalopun gue bakal naik Emirates lagi, gue bakal pilih tempat duduk agak di depan kayanya seh. Emang kalau penerbangan jauh gue suka di belakang, rasanya ya lebih leluasa aja, cuma mungkin pengecualian buat Emirates. Overall dr Emirates nya sendiri gak mengecewakan, makanannya enakk2, acara hiburannya menarik dan ada Wifi yang bisa dibeli seharga $1 saja. Gue happy banget lah itu selama perjalanan ada wifi yang bisa dimainin, jadi gak bosen-bosen amat.

Ada yang punya pengalaman menarik gak selama naik pesawat?

Cerita yang tertunda

IMG_0539

Iaaaa, lama banget rasanya gak update tentang diri sendiri di sini, terakhir update ulang tahun, tahun lalu dan tetiba udah ulang tahun lagi aja >.< Nambah tua, ia pasti, nambah pikiran apalagi, makanya jerawat koq gak abis-abis ya di muka haha..

Anyway, ini bakal jadi postan yang cukup panjang, karena gue bakal sekilas update tentang kehidupan gue lately. Sekilas banget koq, cuma kan tetep aja kalau hampir setahun mah ya jadinya panjaaaaang hehe.

Akhir tahun lalu, sampai pertengahan Januari, Jan datang lagi ke Indonesia, dan kali ini kita ke Manado. Acara tunangannya adik gue, sekalian acara liburan lah. Kita ke Bali, Belitung sama Manado. Tetep seh kalau pilih buat liburan, Bali mah gak ada lawannya. Apapun ada, dan menyenangkan. Kita bandingin sama pas di Paris, makan di resto, dilayaninya jauuuh banget sama pas kita di Bali, kita langsung ngomong, gila yaa, di Bali berasa raja banget dilayaninnya. Somehow menurut Jan karena orang Asia juga tipe nya emang suka untuk melayani orang, dalam positive way ya, jadi makanya pas di Asia berasa banget kan, koper aja ada yang mau angkatin, mobil sewa sama supir, tinggal duduk.

Balik lagi ke liburan akhir tahun gue, setelah 3 minggu, yang most of time kita habisin di Manado, akhirnya Jan balik, trus kita berencana kalau Juli gantian gue yang kesana, tapi itu pun dengan sejuta pertimbangan, terutama cuti kantor. Kalau resign cuma buat liburan kan sayang banget, pulang – pulang mau makan apa daku, kecuali buat pindah for good, akhirnya ya kita gak omongin lagi, biarin aja udah, sampai nanti kita lihat kemungkinannya.

Urusan kantor juga pas dari Februari – sekitar Mei itu lagi padat banget. Kebetulan kita ikut tender Airport Bali yang baru dibangun, dan selama kurun waktu 3 bulan kurang lebih, gue sama team kantor bolak balik ke Bali udah kaya ke Bandung, cuma pedihnya sampai di Bali yang di liat kamar hotel – ruang meeting hotel – kamar hotel lagi buat tidur malam – bangun pagi langsung ruang meeting lagi – kamar hotel lagi buat tidur >.< gitu aja siklusnya, ada kali 2x kesana totalnya dua minggu cuma begitu. Pernah juga ke sana cuma pergi jam 1, pulang jam 8 malam, buat submit dokumen aja, itu cape nyaaaa udah gak tau kaya apa. Tapiiii, tetep dibalik segala kecapean yang ada, ada hasil yang menyenangkan. Bukan menang tender, karena kantor gue kalah, tapi pas terakhir ke sana, gue nemenin para BOD gue (yang satu bawa istrinya) dan 2 Deputy kantor gue untuk presentasi keuangan, di mana istrinya BOD gue milih hotel cihui di Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, trus kerjaan gue cuma nemenin dia aja kuliner (which is kebahagiaan karena gue doyan makan), siang-siang gue diajak berenang di spa nya, trus dapet kamar gede seorang diri, yang mana tetep aja gue takut tidur sendiri di kamar hotel, bawaannya gimanalah klo sendiri, trus nemenin dia lah hangout dan curhat, yaaa lumayanlah, itu bisa dibilang semi liburan seh.

Abis pengumuman kalau kita kalah, sedih dan berkabung di kantor, gue balik deh ngobrolin sama Jan, kapan jadinya. Pas udah Mei juga udah mulai ketahuan libur lebaran kapan. Gue itung-itung, gue bisa lah dapat 3 minggu. 3 minggu atau 2 minggu, kita ragu banget, apalagi kalau bukan karena harena harga tiket. Harganya diatas 1000 euro semua bulan Juli, cari alternatif pergi pulang dari Kualalumpur,lumayan ngehemat 200 e, tapii masalahnya jam nya gak ada yang pas. PAs balik dari Amsterdam sampai KL jam 10 malam, dan gak ada pesawat dari KL ke jkt atau Pekanbaru diatas jam 10. Berarti nginep, ah rempong. Trus yang kita lupa, bahwa untuk ngundang gue, butuh SURAT ASLI DARI GEMENTEE BELANDA. Kita pikir dapat surat di scan aja cukup, untung Ike kasih tau disaat mepet.

Jadi, pas awalย Juni, gue submit buat appointment ke kedubes Belanda, dapatnya tanggal 19 Juni. Pas setelah gue submit, gue kasih tau Ike, trus dia nanya apa Jan udah kirim surat gementee nya. Kita kaget dan beneran baru ngeh, akhirnya selang beberapa hari Jan kirim, sambil kita berdoa itu nyampe sebelum 19 Juni. Eh tau nya nyampe nya cepet koq, seminggu doang udah sampai.

Tadinya gue berniat buat postingan untuk membuat visa Schengen, tapi pas gue googling itu udah banyaaak banget yang nulis dan so far gak ada yang berubah, jadi gue skip deh bagian itu hehe. Yang penting harus diperhatiin adalah, surat asli yang di tandatangani dan di cap oleh kantor pemerintah lokal dimana si pengundang tinggal, slip gaji 3 bulan terakhir si pengundang, surat kontrak kerja si pengundang, asuransi yang bisa kita beli di travel agent, bookingan tiket yang bisa minta tolong travel agent dan surat keterangan kerja buat kita yang menandakan bahwa kita akan kembali. Menurut gue ini bagian yang paling penting. Sisanya kaya foto, kalau salah masih bisa foto di kedutaan, walaupun agak mahal. Gue juga kemarin gak pake surat undangan yang ditulis sama Jan, gak ditanyain rekening gue disini juga. Gue seh lumayan lancar, cuma deg-degan nya karena persyaratannya kontrak kerja si pengundang harus min 12 bulan, sedangkan kontrak kerja nya Jan kurang dari 12 bulan. Jadi kemarin kita juga deg-degan dan gak berani beli tiket duluan makanya. Bookingan tiket gue dibantuin sama cicinya Ike yang kebetulan kerja di travel agent.

Finally, 4 hari kemudian, gue disuruh ambil Visa dan gue dapat visa 3 bulan ๐Ÿ™‚ ย Sekarang perburuan buat beli tiket. Oia, karena insurance yang gue beli harus masukkin exactly tanggal gue berangkat, jadi sebernanya bayangan buat berangkat tanggal berapa udah ada, cuma balik lagi, harga tiket yang menentukan. Setelah galau gak jelas, akhirnya kita putusin buat beli dari Jakarta aja, gak usah dari KL, dan kebetulan adanya Garuda yang paling murah (baca : murah pada JUli ๐Ÿ˜ฆ ), dan kebetulan juga dia direct, kurang lebih 15 jam langsung ke Amsterdam. Tiket fix, semua fix, udah tinggal nunggu tanggal keberangkatan.

Nah, tanggal 11 malam jam 23.30 itu jam pesawat gue take off. Jam 7 gue udah ke bandara, lumayan macet, sampai Bandara gue check in, koper cm 20 kg, seneng kan ya, Garuda soalnya 30 kg, gue berasa pulang masih bisa bawa lebih hehe, trus gue sempet makan dulu KFC dan abis itu gue masuk ke imigrasi. Naaah, masalah muncul tuh pas gue abis dari Imigrasi. Gue tanya ke petugas, ATM di mana, dia nunjukkin ATM Citibank yang gak jauh dari gate 2E. Gue ke citibank, HP gue itu di tangan, karena nyokap gue nelpon mulu, nanyain mulu kan, nah pas gue di ATM, mesinnya yang kartu kita masukkin trus langsung keluar lagi, jadi pas selesai transaksi, gue langsung cabut tanpa menyadari hp gue ketinggalan di mesin ATM ๐Ÿ˜ฆ ย Abis itu gue sempet ke money changer dan abis itu gue mikir, ahh gue ke Boarding Lounge aja duduk, sambil nunggu waktu take off, gue bisa balesin wa orang-orang, karena gue tau terakhir ada beberapa orang yang WA.

Lewat pemeriksaan, melenggang cantik ke BL, pas gue duduk mulai dunk cari HP, bongkar tas, panas dingin, ya ampun, itu HP pas gue telpon pake HP yang satu lagi, udah off. Lemes selemes-lemesnya. Yang ilang itu Iphone gue, yang semua data-data gue ada di dalam situ, foto, notes, contact, ahhh semuanya lah. Lemes banget, gue sambil setengah panik lari minta tolong petugas. Petugasnya agak susah koordinasi, gue minta liat CCTV, bilangnya butuh surat dari polisi dll, setelah sejam-an gue minta bantuan mereka, dimana yang ada mereka cuma natap gue dengan iba, gue nyerah. Makin mendekati jam gue take off, gue udah gak jelas rasanya, mau liburan juga gak semangat, gue bilang bonyok gue, mereka juga kebetulang lagi ada masalah sama adik gue di Manado pas malam itu, jadi berasa nambahin beban mereka, tapi tetep aja mereka nyemangatin, bilang mau liburan, udah masalah HP nanti pulang dipikirin lagi, trus gue telp temen gue, gue kasih password id apple gue, minta dia delete semuanya. Trus dia bilang, gak usah di delete aja dulu, jadi dia buat lost mode, dimana kalau ada yang buka hp nya bakal bunyi kaya alarm, dan bakal ada pesan yang nongol, toh kalaupun yang ngambil mau pakai, emang dia harus hapus semua datanya. Jadi ya sudahlah, gue take off dengan perasaan sedih dan mikir sampai disana mau foto-foto pakai apa hahaha.

Sampai di Belanda, gue dijemput sama Jan sama kakak iparnya. Bagasi gue udah paling belakang banget, gue udah mulai khawatir, gak lucu nih HP ilang, bagasi juga gak ada. Itu bagasi gue bener-bener trip terakhir, soalnya tinggal sekitar 5 orang lagi di dalam, ada kali sejam-an gue nunggu. Tapi setelah gue liat si koper orange gue nongol, gue lega banget.

Gue nyampe sekitar jam 12, keluar-keluar jam 1an, langsung ke rumah Jan. Malam nya kita langsung terbang ke Nice, France, buat ke rumah papa nya. Papa, nyokap tiri sama adik tirinya tinggal nya di La Roquette Sur Siagne yang terletak 30 menit dari Nice.

Kalau ditanya tempat wisatawan disana, gue juga bingung, karena secara gue kan gak bener-bener datang buat liburan yang nyari temat wisata, cuma kita sempet ke Nice dan ngeliat pantai nya yang baguuuuuuuuuuuuuus banget.

Pantainya Nice

Pantainya Nice

Nice

Nice

Nice

Nice

Nice

Nice

Ahhh Nice mah cakep lah, pasti yang kesana pada doyan hehehe. Kita tinggal di sana 3 hari, trus balik ke Belanda. Jan balik kerja, dan gue balik janjian ketemuan sama beberapa temen gue. Gue langsung ketemuan sama Ike yang nginep di tempat gue semalam, gue juga sempet ketemuan sama temen-temen kursus Belanda gue di sini dari yang Basic 1, gue juga ke rumahnya Host Family gue dulu, rumahnya Frederique,ย dan gue sempet kopdar sama Mba Yoyen ๐Ÿ™‚

Sama Mba Yoyen

Sama Mba Yoyen

Yang sangat berkesan adalah pas gue ke rumah nya Frederique. Kalau yang pernah baca blog gue, dulu gue aupair nya Frederique waktu dia 8-18 bulan, which is masih supeeer kecil dan dia gak bakal inget apapun tentang gue, apapun. Sebelum gue pulang ke Indonesia, 5 tahun lalu, gue buatin collage foto buat mereka, dimana ada banyak foto gue sama Frederique dan pas gue bilang gue mau ketemu mereka, Gregor dan Wendi cerita sambil tunjukkin foto itu ke Frederique. Pas gue nyampe dan neken bel, dia lari dari atas, bukain pintu sambil senyum (oh ia, dia uda 6 tahun sekarang), sambil bilang “Hi, Astrid! Nice to meet you!” aaaaahhh, meleleh deh liatnya. Dia gak punya bayangan gimana gue dulu sama dia, tapi dia tetep sangat welcome ke gue. Dia langsung meluk dan mau banget dicium. Anaknya dari dulu emang periang dan sweet banget, sampai sekarang pun masih gitu. Bayangin aja, pas gue mau balik, dia minta di anter ke tempat tidur, pas gue mau ninggalin, dia peluk gue dan bilang “Will you miss me?” tuhhhh kan, gimana gue gak meleleh banget. Trus dia buatin gue gelang ala-ala anak kecil sama buatin gue kertas gambar love dan bilang gini “this is love because we love you so much, Astrid”. Sudahlah, gue mellow banget itu sama dia.

Frederique

Frederique

Pas pulang, gue sama Jan ngobrol, kita bilang Frederique mungkin gak yang cantik banget sebagai anak-anak, tapi dia bener-bener punya kepribadian yang sweet dan cheerful banget. Orang bakal seneng sama dia, dan emang bener, dari masih bayi pun, ketika dia di tempat bermain yang sama bayi-bayi lain, pas bayi lain nangis, dia nyamperin trus ajakin ngobrol dengan bahasa mereka sampai bayi nya diem, dan itu bukan cuma sekali dua kali, Yaaa mungkin like aupair like host daughter nya kalii yaaaa ๐Ÿ˜›

Trus pas 21 Juli, gue ulang tahun di sana. Gue masak soto sama lumpia buat keluarga nya Jan. Kakak nya datang sama dua anaknya, nyokap nya juga datang, trus ada adik tirinya yang di Belanda sama anaknya juga datang. Total kita ada 6 orang dewasa, 3 bayi di rumah yang kecil, heboh dan panaaas lah pokoknya ๐Ÿ˜€ Gue dapet surprise hadiah dari Jan jalan-jalan ke Paris, soalnya gue suka bilang belum puas ke Eiffel :P. Akhirnya weekend kita ke sana 3 hari. Gue juga dapat hadiah special tuh pas gue ulang tahun. HP gue dibalikkin sama orang yang katanya beli 1,4 juta dari temennya. Jadi ceritanya, temen gue yang gue kasih id apple gue, dia nulis pesan “This phone has been lost. Please call me xxxxxx”. Trus dia dihubungi sama orang yang bilangnya dia beli 1,4 juta dan dia mau balikkin hp nya karena ngerasa bukan hak dia. Singkatnya dia janjian sama temen gue dan dibalikkin deh hp itu. Legaaaaa banget rasanya, soalnya selama liburan tetep mikir duhh bakal ada pengeluaran tambahan nih buat HP.

Balik ke trip Paris gue. Sebernanya kita rada bingung dengan rute jalan-jalannya, soalnya yang terkenal seperti Notre Dame, Louvre, kebanyakan kan isinya sejarah-sejarah dan museum, kita bukan tipe begitu, bukan tipe mall juga seh, cuma kalau museum gitu, agak bingung aja, sisi seni kita super minus lah haha. Kaya di Louvre, asli bingung mau ngapain, akhirnya abis muter-muter sejam, kita langsung nyari Mba Monalisa, trus keluar hahaha. Gue juga sempet nyobain Macaron Laduree di Champs Elysse yang amit-amit panjangnya, tapi puas seh, enaaaaaaak banget, cuma mahal hahaha. Emang mau nyobain apa-apa, di negara asalnya pasti ciamik rasanya yaa. Yang paling berkesan buat gue itu taman Jardin Du Luxembourg. Baguuuuuuuus banget tamannya, adem dan gedeee banget. Berharap di Jakarta ada taman senyaman itu.

Jardin Du Luxembourg

Jardin Du Luxembourg

Jardin Du Luxembourg

Jardin Du Luxembourg

Puncaknya ya Eiffel haha. Niat banget ke Eiffel dari jam 6 sore. Trus pingin naik ke atas, bayar 15 euro kalau gak salah, kalau pilih naik lift, naik tangga 5 euro. Dasar kita emang pemalas yaa, malas banget naik tangga, tapi juga tinggi seh ya, naik tangga juga gempor hahaha. Kita tanya antrian lama apa gak, katanya palingan setengah jam, ya udah kita ngantri aja. Worth it bangetttt. Di atas itu baguuuus banget, cuma pas di puncak banget itu anginnya dahsyat banget.

Foto dari second stage nya Eiffel

Foto dariย Top nya Eiffel

Kita juga nyari dinner yang deket-deket biar bisa keliatan Eiffel nya, tapi paling deket juga tetep kehalang.

View from our restaurant

View from our restaurant

Overall, kita sepakat kalau kita gak suka Paris. Beberapa tempat menyenangkan, tapi orang-orangnya sangat gak bersahabat. Toilet susah banget dicari, gak di setiap stasiun Metro ada toilet, hari pertama kita ngantri 1,5 jam di toilet umum, bener-bener buat senewen. Trus masa ya petugas di Eiffel dan di Airport gak bisa ngomong Inggris :S . Ke restoran susah banget. Gak semua seh, tp 80% mereka gak ngomong Inggris, antara gak tau atau gak mau. Karena airport kan bandara Internasional ya, harusnya seh mereka ngomong Inggris.

Oh ya, pas di Paris, kita sempet ke Galeries Lafayette, itu pusat pertokoan yang gede dan brand mahal semua, dan pas diliat, isinya Asia semua dunk dengan tas penuh belanjaan merk-merk dunia itu, cihuiii ๐Ÿ˜€ Somehow gue bilang ke Jan, kita di Paris apa Hongkong ya? Beneran ke mana mata ngeliat isinya Asia. Yang paling gue suka dari Paris cuma transportasi nya. Murah dan gampang. Udah. Orang-orangnya gak bersahabat banget, sayang seh, apa pas gue nya aja kali ketemunya gitu yaa hehehe.

Abis balik ke Belanda lagi, itu tinggal 4 hari sebelum gue balik ke Indo. Jan tetep kerja tiap hari, gue ngumpulin oleh-oleh dan titipan :P.ย Namanya liburan mah selalu gak berasa ya, tau-tau udah abis dan kerja lagi, nabung lagi buat next liburan lagi ๐Ÿ˜›

Tuhkan bener, cerita gue panjang banget yaa. Tadinya mau gue pecah cuma pasti ntar kapan lagi baru nulis, jadi ya udahlah borongan. Sebernanya gue pingin nulis gimana kehidupan di Belanda dari pengalaman gue dan cerita temen-temen gue, tapi nanti ya, gak janji kapan hahaha.

Semoga gak bosen bacanya ๐Ÿ™‚

-foto milik pribadi-

Liburan

Liburan :D

Liburan ๐Ÿ˜€

 

Ya ampun postingannya udah kangen liburan aja, padahal pas Februari itu gue liburannya poool 2,5 minggu sendiri hahaha..

Tapi emang kehidupan pasca liburan, selalu berat. Udahlah abis libur, balik kerja lagi, bangun pagi lagi, kekasih jauh lagi *ditabokin rame-rame*, dan balik ke rutinitas lagii >.<

Gue sama Jan itu tipikal liburannya sama, yang leha-leha nyantai tanpa diburu-buru schedule, tipe pemalas banget deh pokoknya hahaha. Kemarin itu yang Februari kita jalan-jalan, pas 5 hari pertama di Singapur sama Kualalumpur, kita keseeeel banget, ujung2nya jadi sering berantem, kecapean dan dia masih agak jetlag. Makanya pas sampe di Bali berasa surga bangetttt, kita seneng banget deh rasanya pas nyampe di bali, bangun siang, leha2 di pinggir kolam renang, sorean gitu pas mau makan malem baru keluar cari makan trus ngumpul sama Ike sama Vincent duduk2 ngobrol, ntar baliknya malem banget, tidur besokannya gitu lagi, nikmat gak tuhh idup gitu hahaha.

Pas kemarin kita di Medan 3 hari, karena dia nya juga sakit, kita stay aja gitu di hotel dan menurut gue, lamaan gue di hotel daripada jalan2 keliling Medan. Dan itu nikmat banget idupnya, bangun siang, turun sarapan, mana sarapannya enak dan lengkap lagi, trus abis sarapan biasa kita ngobrol di pinggir kolam sambil ngomongin liatin orang, abis itu naik, nonton, ngobrol-ngobrol atau tidur lagi, bangun sore, trus turun lagi ke kolam renang sampai waktu dinner. Pertama kita makan ke Tip Top, trus besokannya makan di resto hotel. Coba yaa, mau dari sarapan sampai dinner di hotel aja hahahaha.

Pas di Gili Trawangan juga gitu idupnya, bangun siang, sarapan, jalan-jalan, makan es krim, massage, balik hotel, keluar sore, snorkeling, balik mandi, makan malam trus muter2 aja gitu.

Pas liburan abis, Jan baliknya minggu malem yang berarti senin pagi nya gue horror banget kan itu, dan betapa kangennya gue sama liburan. Postingan iseng ini juga gue tulis di tengah kemumetan Jumat gue dan berharap cepet2 datang waktunya liburan lagi hahaha.. Eh tapi mungkin kalau gue liburannya bukan di Indo *gayaaaaa* *dilempar orang2 yang baca* :P, gue gak semalas ini kali ya, secara kadang kalau kaya di Bali gitu yang panas siangnya menyengat ngat, suka males sama sakit kepala kalau mau jalan..

Kalau kalian tipe liburannya gimana seh? Ada yang lebih males dari tipe gue gak? hahaha

Short Holiday + Bachelorette Party

20140304-122504.jpg

Dan bulan February pun berlalu tanpa satu pun postan yang gue buat >.< Awalnya gue berniat ngepost sebelum Jan datang dan gue pergi liburan. cuma apa boleh dibuat dan apa boleh dikata, gue gak keburu karena beresin kerjaan kantor sebelum gue cuti dua minggu ๐Ÿ˜€

Postingan liburan gue bulan February gue bagi dua, yang pertama long weekend gue sama Ike dan bachelorette party nya (diembat sekaliguuusss :P) yang kedua liburan dua minggu gue sama Jan ๐Ÿ™‚

Tadinya juga gue niatan mau ngepost soal Ike. Dia itu temen baik gue dari zaman kuliah, kurang lebih 9 tahun yang lalu dan kita ke Belanda sama2 buat setahun, dia ketemu sang kekasih di sana dan kemarin merit di Bali. Ntar deh postingan soal perjalanan temenan gue sama dia gue tulis lain kali *tetep berjanji* ๐Ÿ˜› ย Jadi sebelum akhirnya dia akan menikah dan mengikuti suami ke negara keju sana, kita sepakat dari tahun kemarin beli tiket murah buat jalan-jalan walaupun cuma untuk weekend, dan karena selama temenan sama gue dia juga belum pernah ketemu bonyok gue, jadilah kita sempilin rute pekanbaru.

Hari Kamis, tanggal 6 February pagi kita ke Singapore pakai Tiger yang lumayan, cuma 120 ribu/orang. Bagasinya rembukan aja beli 20 kg trus patungan, kan cuma bentar ini ๐Ÿ˜€ ย Sampe disana masih lumayan pagi, panaaas banget, kita dapet hotel di daerah Bugis-little India. Namanya Sandpiper Hotel. Murah lagi, kita semalam aja disana 750.000 buat berdua. Standard seh, kamarnya juga kecil, tapi bersih, okelah, apalgi kita emang niat nya mau jalan2 bukan stay di hotel ๐Ÿ™‚

Sampai di Singapore, kita ke hotel, titip tas trus ke bugis. Seuprit doang muter2 gak nemu apa2, kita agak kecewa, pingin beli seh dress2 lucu, tapi yaaa gak nemu, trus mana sekarang di kurs-in kan 9500 aja gitu 1 dollar ๐Ÿ˜ฆ Sediiihhhhhhh… Akhirnya kita ke orchard trus malemnya ke Clarke Quay. Jam 9an kita balik ke hotel, cape dan istirahat.

Besok pagi nya kita dapat breakfast trus siap2 check out. Kita emang 2 hari full, tapi 1 malam. jadi di hari kedua jam 9 malam pesawat kita langsung ke PKU. Jadi check out, trus titip tas, trus ke bugis lagi *masihhhh loh* hahahaha. Kita janjian sama salah satu temen Kuliah kita yang udah tinggal di sana dan udah merit, namanya Ria. Dia ajakin makan siang ke Chinatown trus kita ngeteh ke TWG Orchard.

Kue nya uhuiii banget :D

Kue nya uhuiii banget ๐Ÿ˜€

Mau punyaaaaa

Mau punyaaaaa

Tempatnya bagus deh, jadi di lantai 3 dan posisi kita dekat jendela, jadi langsung ngeliat kota

Tempatnya bagus deh, jadi di lantai 3 dan posisi kita dekat jendela, jadi langsung ngeliat kota

Abis dari Singapore kita ke Pekanbaru, dua hari juga sampai Minggu sore. Nah minggu depannya kita buatin Bachelorette party buat Ike. Itu surprise party, jadi ceritanya gue janjian ketemuan sm dia sekalian mau ambil barangnya dia yg dititip ke gue buat ke Bali. Nah dia ngajakin dinner, gue bilang gue sakit perut, bisa gak kita balik ke rumah dia, ambil koper sekalian gue mau nebeng ke toilet. Dan pas sampe rumah, semua cuewek cuewek sodara dia udah ngumpul ๐Ÿ˜€ Ini gambarnya beberapa, maaf ya agak dewasa, yang jadi EO nya demennnn ๐Ÿ˜›

Bride-to-be

Bride-to-be

Bersama si enengg Ike *lupakan backgroundnya* :P

Bersama si enengg Ike *lupakan backgroundnya* ๐Ÿ˜›

Cake

Cake

Hiasan cookies

Hiasan cookies sama pin

20140304-122908.jpg

Bachelorette Party

Bachelorette Party

cuewek cuewek dalam kemeriahan Bachelorette Party

cuewek cuewek dalam kemeriahan Bachelorette Party

Di acara itu juga ada games nya, dan games soal mengenal Ike, gue kalah 0,5 point dari cici nya Ike yang paling tua gara-gara gue lupa makanan kesukaan dia (empek-empek, plisssss). Had so much fun malem ituu ๐Ÿ˜€ Nanti ceritan meritannya gue ceritain di postingan berikutnya ๐Ÿ˜€ย 

Anyway, ada yang punya cerita bachelor/bachelorette party yang seru gakkk? Ceritaaa dunk ๐Ÿ˜€

 

 

Jajanan Makanan – Review

Gue itu pecinta makan, tapi sayangnya gue jarang bisa nyoba-nyoba makanan yang direkomendasiin orang-orang soalnya gue belum nemu temen yang bener-bener sehati mau nyoba ditambah dengan kemacetan Jakarta yaaang membinasakan trus tinggalnya gue jauh dari pusat tempat makanan yang okeh2, jadi ya terima nasib aja kalau ada kesempatan baru nyobain ๐Ÿ˜€

Nah, kemarin ini akhirnya gue nemu temen yang sehati pingin nyoba-nyoba. Sebernanya tipe dia itu tipe yang mau nyoba asal udah tau the best nya apa, bukan nyoba-nyoba terus bingung sendiri. Semingguan kemarin akhirnya kita nyobain beberapa tempat makan, cuma gak semuanya gue foto soalnya terbawa nafsu lapar ๐Ÿ˜›

1. Hong Tang – PIK

Pic pinjem dari Goog;e

Pic pinjem dari Goog;e

Ini seh katanya orang-orang the best menunya Hong Tang. Enak seh, tapi gak sampe menurut gue, gue bakal balik lagi kesana kesana lagi. Sekarang outlet nya ada di Central Park yang baru buka, dan gue udah pernah nyobain di Central Park dan di PIK nya. Worth it to try. Cuma gue lupa ini menu no berapa dan harganya berapa, kalau gak salah 40 ribu-an deh.

2. Collete & Lola

Foto pertama agak burem karena gue fotoin nya di mobil dan buru-buru, udah nafsu mau nyobain ๐Ÿ˜› ย Jadi pertama kali gue tau ini toko cake dari temen gue yang mesen cupcakes nya, dia rekomend dan gue pesen 3 small cakes sama 1 cheese cupcake. Foto yang 2 cakes lagi gak gue taruh soalnya bureeem banget ๐Ÿ˜ฆ Yang paling enak cheese cupcake nya, rekomennnd bangetttttt ๐Ÿ˜€ Itu enakkk banget, cake sama cheese nya rasanya pas dan gue doyan, temen gue juga doyan. Kalau yang rainbow cake yang gambar pertama, terlalu banyak cream nya, yang gambar kedua itu hazelnut cream gitu tapi gak gitu berasa hazelnut nya. Outletnya ini ada di senopati, barengan sama cafe Yeyo. Gue sukaaa banget sama cafenya, kalau ada kesempatan gue pingin deh makan langsung di sana, cake nya lucu2 dan menggiurkan ๐Ÿ˜€

3. ย Hakata Ikkousha

Ahhh gue pecinta ramen ๐Ÿ˜€ Yang ini gue makan di Taman Anggrek. Rasanya enakkk banget, kaldunya mantebbbbb, pedesnya pas, ahhhh musti coba deh dan halal koq ๐Ÿ˜€ Menunya cuma ayam ajaaa. Kalau gak salah, hakata ikkousha sekarang udah banyak cabangnya, termasuk senayan city ๐Ÿ™‚

5. Steak Holycow

pic pinjem dari Google

pic pinjem dari Google

Menurut gue rasanya enak tapi gak banget. So-so cenderung ke enakk. Penilaian gue buat ini jangan dijadiin patokan lah, karena gue bukan penggemar steak dan balik lagi, rasa itu selera masing-masing ๐Ÿ˜€

6. Loobie Lobster

Ini yang punyanya sama dengan yang punya Holycow. Dari awal Loobie buka, gue baca review banyak banget dan pingin banget nyoba, cuma gue buta daerah Senopati. Nah kemarin selasa iseng nyobain ke sana sama temen gue, cuma karena kita abis cemilin Collete and Lola, akhirnya kita mutusin cuma pesen sepiring yang mix lobster & shrimp trus nambah nasi satu. Sambelnya sambel matah yang pedes ๐Ÿ˜€ Ini enak seh kata gue, gue doyannnn dan pingin makan lagi kesana, cuma kenapa jauh banget yaaa dari Slipi ๐Ÿ˜ฆ

7. Domino Pizza

pic pinjem dari Google

pic pinjem dari Google

Favorite gue itu Sprinkle Turkey yang thin crust. Itu kering kaya kerupuk, tipis dan Enaaaaaaaaaaakkkk banget ๐Ÿ˜€ ย Gue selalu pingin makan ini terus dan untungnya bisa delivery. Kekonyolannya adalah, harga Sprinkle Turkey medium thin crust 47.000 dan minimal delivery 50.000, kesellll gakkk?? ๐Ÿ˜ฆ

8. Genki Sushi

Ini baru banget gue coba. Iseng karena baca review terus gue mutusin nyoba di Plasa Senayan. Jadi konsepnya menarik ya, di tiap meja ada Ipad nya, tinggal teken mau apa, trus per 4 menu di confirm ntar di anternya pake mobil-mobil-an. Jadi sebernanya pelayan itu gak ada sama skali di sini, apa-apa pakai mesin dan kita yang ngerjain langsung. Misalnya makanan datang, tombolnya nyala kan di samping kursi kita, trus abis kita angkat makanannya, kita teken lagi tombolnya jadi dia balik lagi ke dapur itu mobilnya. Trus klo pesen ocha panas, kita ngaduk sendiri, ada bumbu green tea sama ada kran air panas di meja nya. Kalau mau bayar juga Ipad nya kita bawa sendiri ke kasir trus bill ย nya nongol dari situ. Untuk ukuran semuanya serba mesin dan kita, pelayannya agak banyak seh kata gue dan makanannya juga kurang enak. Gue gak doyan ๐Ÿ˜ฆ Buat nyobain aja konsepnya oke lah, tapi gue seh gak gitu suka rasanya.

Ini beberapa review makanan yang gue cobain dalam semingguan belakang, banyak juga yaaa, pantesan badan gue melar nya gak tau kaya apa hikss ๐Ÿ˜ฆ Balik lagi, rasa itu selera masing-masing, jadi apapun opini gue yang gue tulis itu berdasarkan review leher gue sendiri (dan temen gue yang makan sama gue :P).

Anyway, ada rekomend tempat yang musti dicobain saking enak banget gak?? Gue pingin dunk suggest tempat makan enakk ๐Ÿ˜€

Aupair

Image

Banyak yang nanya kenapa dulu gue bisa ke Belanda dan tinggal di sana setahun. Jawabannya gue dulu ikut program Au-Pair.

Jadi Au-Pair ini adalah program pertukaran kebudayaan, dimana kita tinggal dengan host family kita buat setahun, dapat kursus bahasa Belanda dan uang saku, dan kita tugasnya adalah membantu host family menjaga anak mereka. Bukan pembantu koq, tenang aja, bukan juga baby sitter atau nanny, karena kita kerjanya gak full time ๐Ÿ™‚ Tugas Aupair yang paling utama adalah bersama anaknya host family ketika mereka kerja. Kalau pengalaman gue dulu, gue anaknya umur 8 bulan pas nyampe di sana. Masihhh beibiiii banget dan anak pertama. Dua-dua family nya kerja full time, 4 hari seminggu. Papa nya tiap Rabu kerja dari rumah dan mama nya tiap Jumat. Nama anak nya Frederique Brandt. Banyak yang bilang kaya cowo, dari nama sampe muka, tapi dia CEWEEEE ๐Ÿ˜€

Nah kalau gue dulu karena anaknya masih beibi, jadi otomatis dia sama gue terus seharian (gak seharian juga, karena dia bangun pagi diambil sama mamanya, tidur juga dia sendiri di kamarnya dan mama nya yang nganterin dia tidur sambil bacain cerita dan yang mandiin juga mamanya). Jadwal gue dari pagi sampai dinner time sama dia hari Selasa sama Kamis. Kita berdua di rumah, main, nonton, foto-foto, jalan-jalan, apa ajalah sama dia. Senin dia ke Day Care Center, jadi biarpun udah ada gue di rumah, nyokap bokapnya tetap pingin anaknya bergaul (dari umur 4 bulan dia “bergaul” di daycare) ๐Ÿ™‚ rabu gue setengah hari doang, pagi aja, siangnya kalau papanya udah bangun, dia main sama papa nya. Jumat juga setengah hari, mama nya pagi suka masih kerja video conference, abis lunch gue free sampai senin lagi ๐Ÿ™‚ Emang banyakan free nyaaa gue, dan weekend juga gak pernah dimintain tolong buat jaga. Karena masih anak pertama jadi mereka masih excited banget selalu pingin bareng Frederique.

Gue jelasin tugas standard nya Aupair. Jadi kita selalu bersama anaknya, temenin main atau nganterin ke sekolah ketika mereka udah masuk sekolah, nyiapin makan siang buat anaknya, membantu membereskan mainan anaknya (membantu loh namanya. Jadi kalau anaknya udah mulai ngerti diajarin buat abis main simpen lagi, kalau Frederique yang masih kicik, mau gak mau gue yang beresin), belanja ke supermarket (ini bagian yang paling gue suka ๐Ÿ˜› Jalan sore sama Frederique, beli roti atau makan malamnya dia, soalnya dia makan malam sampe umur 12 bulan masih makanan botol yang tinggal dipanasin di microwave), nyuci piring (ini ada mesinnya koq, jadi taruh semua di mesin dan kalau udah selesai diatur lagi di tempatnya) dan nyuci baju (tapii tenang aja, gak kaya disini koq, disana semuanya pakai mesin, mesin pencuci sama pengering. Kalau gue dulu cuma bajunya Frederique doang tiap senin gue cuci, trus lipet aja, gak pakai setrika-setrikaan koq), sama ngebersihin rumah tapi yang bener-bener kotor dimainin sama anaknya. Ada peraturan mengenai besaran luas yang bisa kita bersihin, kita gak boleh ngepel serumah-rumah, atau bersihin kaca/kolam renang, kita bisanya light household, artinya yang bener-bener ringan. Dulu di tempat gue ada cleaning lady seminggu sekali datang, sisanya pas Frederique kalau makan siang rotinya berantakan, gue vacuum aja di daerah sekitar tempat duduk dia, cuma 5 menit bersihhh ๐Ÿ˜€

Kalau dari sisi Host Family ya. Host family haruslah mereka yang terpelajar, ngomong Inggris aktif dan ย berpenghasilan bagus (karena mereka mengeluarkan uang yang cukup besar buat menjamin kita, buat tiket, asuransi, dkk). Mereka adalah orang-orang yang open minded banget, apapun yang lu rasakan, lebih baik diomongin. Misalnya ketika mereka minta tolong kita untuk jagain anaknya pas weekend, tapi kita udah buat janji, nah itu bisa diomongin, mereka negotiable banget. Mereka juga gak ngebeda-bedain kita, apa yang mereka makan, itu yang kita makan sebagai dinner. Bahkan kalau pengalaman gue, kalau ada acara keluarga gue selalu diundang dan disuruh duduk aja, nanya mau nya minum apa.ย Host family kita adalah orang yang akan bertanggung jawab selama setahun penuh dengan kehidupan kita. Uang tiket, visa, insurance juga dapat dari host family. Kita makan free di rumah mereka, tinggal free selama setahun, dapat kursus bahasa belanda (gue kursus nya di Smiling Face seminggu sekali dan dianter jemput sama host dad gue ๐Ÿ™‚ ), dan dapat uang saku. Fasilitas yang standard yang harus kita dapatkan adalah kamar pribadi (kalau hoki bisa dapat kamar mandi pribadi juga, kaya gue dulu dapat kamar mandi sendiri di kamar), televisi, komputer/laptop dengan internet, HP, dan sepeda.

Ada rules yang bener-bener mengatur mengenai kehidupan Aupair di Belanda koq, jadi jangan takut. Host Family juga selalu menganggap kita bagian dari keluarga mereka, sampai Om Tante, Oma Opa baikkk semua selama kita juga sopan dan tau batasannya ๐Ÿ™‚ Bukan berarti gue gak pernah nemu Aupair yang bermasalah ya, ada koq yang bermasalah, dan itu gunanya juga kenapa pas kesana gue pake Agent yang bener-bener terpercaya. Gue pakai Smiling Faces. Mereka juga ngeliatin kamar kita koq apakah sesuai dengan prosedurnya atau gak. Kita juga akan dapat waktu libur setiap weekend dan 2 minggu full dalam setahun itu (dulu gue dapatnya 3 minggu :)). Kita juga dibayarin untuk ikut outing para Aupair sedunia. Nah dalam setahun ada 4 outing setiap season, tapi dibayarinnya berapa tergantung family, ada yang cuma 2, ada yang 4-4 nya.

Image

ini pas kita lagi mau outing sama seluruh Aupair di bawah Agent Smiling Faces dari seluruh dunia ๐Ÿ™‚

Nah syarat sebagai aupair, umur 18-30 tahun, bisa berbahasa inggris aktif, bertanggung jawab, dan mau belajar hal-hal baru sama jangan takut. Keliatannya emang gampang-gampang susah, gampang mungkin karena tugasnya gak berat tapi susahnya adalah ketika winter dan homesick. Homesick itu menyiksaaa banget, apalagi kalau mulai sakit karena dingin >.< Dan kita juga musti sadar, mereka itu bener-bener berbeda dengan kita cara hidupnya. Mereka adalah orang yang direct kalau ngomong, kalau gak suka ya mereka bilang gak suka dan On time bangettttt. Mereka juga adalah orang yang perhitungan ketika hari biasa, jangan kaget kalau misalnya mereka minta bon abis kita belanja (dulu seh gue gak, cuma beberapa Aupair ada yang begitu), tapi kalau liburan mereka akan sangat foya-foya. Gue pernah dikasih hadiah SInterklaas sama host family gue liburan ke France selama seminggu buat ski-ing. Jadi mereka emang tiap tahun ada wintersport holiday, nah karena gue selalu bilang pingin liat salju (okelah, awal-awal kan norak :P) dan mereka bilang Belanda jarang banget bisa salju panjang jadi mereka nyiapin ke France buat ski-ing disana. Gue disewain alat nya buat seminggu yang mahal trus di ajarinn (walaupun gue sempat jatuhh dengan mengerikannya dan gue pikir gue bakal mati di dasarnya >.<), tapi in the end pas gue udah bisa, gue divideoin buat jadi kenang-kenangan katanya ๐Ÿ™‚

Nah caranya gue kesana adalah pakai agent yang akan mencarikan kita host family yang cocok dan arrange waktu interview kita sama mereka. Jadi tenang aja, gak buta-buta juga koq, kita akan lihat mereka dan akan diinterview. Kalau kita gak sreg bisa nolak koq ๐Ÿ™‚ Prosesnya gue makan waktu dari awal daftar, lengkapin semua sampai berangkat itu 6 bulan, lamanya karena gue ngisi emang cukup lama dan pas mereka ngurus kartu gue disana mereka juga pas pindahan rumah, jadi makin lama deh.

Gue seh gak pernah menyesal pernah ikut program ini. Pas lulus kuliah, gue langsung ke sana setahun, bener-bener ngasih wawasan baru, dan gue bisa menikmati hal-hal yang kalau kudu gue bayar sendiri, duitnya gak ada kakak ๐Ÿ˜ฆ

Image

Ini foto waktu birthday Frederique yang pertama. Yang 2 cewe itu sepupu-sepupunya Frederique. Lucu-lucu apalagi yang kecil, namanya Bloeme. Dia suka buatin gue stiker gambar kalau ketemu atau pas Sinterklaas day (5 Desember) dimana semua anak kecil percaya ada SInterklaas yang kasih mereka kado, dia cerita kalau dia nulis surat ke Sinterklaas, bilang dia punya teman baru, Aupairnya Frederique, namanya Astrid, nanti Sinterklaas jangan lupa kasih Astrid kado yaa. Sweeeeet bangettt ya โค :*

Image

Nah ini host family gue sama keluarga dari host dad gue. Ini waktu Christmas Dinner. Makanannya spesial, masaknya juga seharian ituuu >.<

Dibalik semua cerita keseruan gue jadi Aupair, saran gue (macam berpengalaman sekali nak*) kalau memang sudah kesana dan punya kesempatan itu, dipakainya beneran buat belajar dan explore hal-hal baru, misalnya travelling ke negara-negara eropa yang itungannya cukup murah dengan uang saku Aupair kita. Jangan menyia-nyiakannya dengan punya tujuan *gue harus dapat pacar bule* sehingga menghabiskan waktu kencan dengan berbagai bule atau malah kaya kuda lepas kandang, yang berasa bebas trus semuanya dicoba sampai yang gak benar ๐Ÿ˜ฆ Beberapa Aupair indo yang gue kenal juga ada yang gitu, kan sayang banget. Untuk punya pacar bule, jadiin itu bonus tambahan, jangan dikira gampang koq ๐Ÿ™‚ Manfaatin setahun dengan bener aja, karena setahun bakal berlalu sangattt cepat ๐Ÿ™‚

Kalau memang ada yang berminat dan pingin nanya-nanya bisa tinggalin koment aja, dengan senang hati pasti gue bantu ๐Ÿ™‚